Konfigurasi pfSense – Initial Setup

Setelah anda melakukan instalasi pfsense selanjutnya anda mesti lakukan konfigurasi pfsense agar dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Untuk melakukan konfigurasi pfsense (initial setup) ini menurut saya mudah, karena kita disediakan model setup wizard.

Baca juga :

Artikel konfigurasi pfsense ini dibuat / dipraktikkan pada jaringan lokal, namun penulis sedikit memberikan penjelasan pada bagian konfigurasi dibawah jika anda menggunakan pfsense untuk production.

Sebelum melakukan konfigurasi pfSense silahkan dilihat ip address interface LAN (lan) terlebih dahulu. Secara default pfSense set ip address = 192.168.1.1/24 untuk interface LAN.

Interface WAN ( wan ) secara default memakai DHCP Client, jika ada layanan DHCP Server yang terhubung ke interface ( wan ) maka ip address akan secara otomatis ada.

Untuk melakukan konfigurasi pfsense anda perlu terhubung ke jaringan ( lan ) terlebih dahulu, secara default pfsense block access manajemen dari interface ( wan ).

Langkah-langkah Konfigurasi pfSense – Initial Setup:

  1. Hubugkan PC / Komputer anda ke interface ( lan ) pfSense, setting ip address secara dynamic (obtain->windows)
  2. Buka Browser, (Google Chrome / Firefox)
  3. Akses IP Address: https://192.168.1.1
  4. Login pfSense (default), Username: admin Password: pfsense
  5. Bagian [ pfSense Setup ] > Next
  6. Pertama, bagian [ Netgate Global Support is available ] > Next
  7. Kedua, bagian [ General Information ] isi :
    • Hostname : pfSense (satu kata, terserah). 😀
    • Domain : lukmanlab.com (format domain, isi sesuai keinginan anda).
    • Primary DNS Server : 8.8.8.8
    • Secondary DNS Server : 4.4.4.4
    • Overide DNS : No ( uncheck ) > Next
  8. Ketiga, bagian [ Time Server Information ] isi :
    • Time Server Hostname : 0.id.pool.ntp.org
    • Timezone : Asia/Jakarta > Next
  9. Keempat,
    • Bagian [ Configure WAN Interface ] : 
      • SelectedType : Static ( untuk setting static ip address jika anda punya ip public static ) jika ip public anda dynamic bisa menggunakan “dhcp”, jika menggunakan model dial out tunneling pppoe silahkan pakai “PPPoE” dan mengisi [ PPPoE configuration ], jika menggunakan model dial out tunneling pptp silahkan pakai “PPTP” dan mengisi [ PPTP Configuration ].
    • Bagian [ Static IP Configuration ] :
      • IP Address : 192.168.88.242
      • Subnet mask : 24
      • Gateway : 192.168.88.1
    • Bagian [ RFC1918 Networks ] :
      • Uncheck bagian : Block RFC1918 Private Networks – ( Block private networks from entering via WAN ), jika pfSense dipakai production, option ini sebaiknya anda biarkan checked. Namun apabila pfSense hanya dipakai untuk lab bagian ini sebaiknya uncheck karena kebanyakan kita pakai ip address private untuk interface ( wan ) kita. Jika ini checked maka kita akan ke block saat mengakses pfSense dari interface ( wan ). 
    • Bagian [ Block bogon networks ] :
      • Uncheck bagian : Block bogon networks – ( Block non-Internet routed networks from entering via WAN ) Bagian ini tujuanya sama dengan bagian sebelumnya. > Next
  10. Kelima, bagian [ Configure LAN Interface ] :
    • LAN IP Address : 192.168.1.1 ( ip bisa disesuaikan keinginan anda, sebaiknya private ip ) ip address ini nanti akan menjadi gateway client ( lan ).
    • Subnet Mask : 24 > Next
  11. Keenam, bagian [ Set Admin WebGUI Password ]:
    • Admin Password : ******* ( isi password sebaik mungkin, kombinasi angka, huruf kecil & besar, simbol). 😀
    • Admin Password AGAIN : ******** ( ulangi password diatas ).
  12. Ketujuh, bagian [ Reload Configuration ]
    • > Reload
  13. Kedelapan, bagian [ Reload in Progress ] :
    • Tunggu progress konfigurasi yang telah kita lakukan sebelumnya.
  14. Kesembilan ( terakhir ), [ Wizard Completed ] :
    • > Finish

Selamat mencoba, jika ada belum jelas bisa ditanyakan di kolom komentar bawah. Terimakasih… 

About Ahmad Lukman Hakim 61 Articles
Admin LUKMANLAB, Network Engineer, System Administrator.